“Presiden RRC Masih Bungkam Soal Asal-Usul Virus Corona”

  • Whatsapp


“Presiden RRC Masih Bungkam Soal Tim Investigasi WHO”

Presiden RRC masih belum mau menyampaikan pernyataan terbuka ke media massa internasional soal rencana pengiriman Tim Investigasi dari WHO ke Wuhan (RRC) yang diawali Tahun 2021 ini.

Dukungan pertama muncul dari Perdana Menteri Australia Scott Morrison ke WHO (World Health Organization), yang mengulang pernyataan bahwa RRC harus transparan (terbuka) mengenai asal-usul pandemi COVID-19 yang banyak dilansir media internasional awal tahun 2019 berasal dari Wuhan, RRC.

“Dunia siap menerima jawabannya,” kata Scott Morrison, yang ‘menggemakan’ sebutan ‘Group of Seven’ bagi suatu ‘Keterbukaan dan Kepemimpinan para Pakar terkait berdasarkan Ilmu Pengetahuan yang Faktual (“timely, transparent, expert-led and science-based”) hasil studi mengenai Virus Corona yang diperbarui dari investigasi awal di Wuhan, RRC.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RRC Zhao Lijian malah berdiplomasi supaya pihak anggota WHO bersepakat mau berkonsultasi dengan pihak mereka (hasil ‘News Briefing di Beijing, Jumat, 16/7/2021).

RRC berdalih, USA dan Aliansinya telah melakukan tekanan seperti investigasi sebagai bagian kampanye untuk ‘mengompori’ dunia bahwa Pandemi COVID-19 yang telah menyebabkan kematian 4 juta lebih orang di seluruh dunia itu berasal dari RRC. Karena, pihak mereka tetap menyangkal bahwa ada “kebocoran yang tersebar” dari laboratorium dan fasilitas berkeamanan ketat di Wuhan Institute of Virology; yang pertama kali diketahui melakukan riset Virus Corona.

RRC bahkan sedang mengkaji ulang rencana ke ‘depan’ keberlangsungan asal-usul Virus Corona setelah pimpinan WHO (Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus)

mendesak RRC supaya kooperatif dalam setiap tahapan investigasi yang akan dilakukan mulai tahun ini.

“Di satu sisi, China telah membuat catatan rancangan perencanaan yang dibuat Tedros dan Sekretariat WHO; dan di sisi lain, China juga sedang mencari tahu lebih lanjut ke dalamnya, ” kata Zhao, menanggapi pernyataan Dr Tedros. “Origin-Tracing adalah pengukuran keilmuan. Semua pihak sebaiknya respek terhadap opini para ilmuwan dan sebaiknya ‘refrain from politicizing origin-tracing.”

Sementara itu, Director-General of WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus

sedang melakukan ‘remarks’ (penyesuaian tugas terkait) seri ‘terbaru’ upaya internasional menekan ‘Beijing’  supaya lebih terbuka mengenai pertama kalinya diketahui “kebocoran” Virus Corona di pusat kota Wuhan di RRC; dengan menyebutkan bahwa para ilmuwan masih cukup menyimpan kemungkinan kasus ‘raw data on infections’ pada akhir tahun 2019.

“We’re asking China to be transparent and open and cooperate,” Tedros said, adding the WHO would be discussing a second phase of the origin search with member states.

Diawali tahun ini, sebuah misi (termasuk para ilmuwan dari RRC dan organisasi yang telah diorganisir oleh WHO) akan mengungkapkan bahwa Virus Corona kemungkinan diduga tersebar luas dari penularan Kelelawar-Kelelawar ke orang-orang melalui binatang-binatang yang lain. Meski demikian, misi akan mempertimbangkan insiden “kebocoran” laboratorium seperti perkiraan hipotesis yang ada; yang disebut Tedros
“For further investigations.” Dan, “We owe it to the millions who suffered and died… “Saya berharap akan jadi kerja sama yang lebih baik.”

Sehari kemudian, Zhao menyanggah waktu kesepakatan kerja sama dengan pihak terkait. Namun, misi dari Tim Investigasi WHO akan diberikan akses pada data yang relevan dan sejumlah fasilitas yang ada (termasuk Laboratorium Wuhan Institute).

“China telah menunjukkan kepedulian pada ‘raw data’ tim pakar, ” kata Zhao. “Dan, para pakar secara jelas menyatakan ‘multiple occasions’ yang telah mereka olah sebagai sejumlah besar data dan informasi. Dan, secara penuh pengertian bahwa beberapa informasi terkait ke ‘personal privacy’ seseorang tidak dapat ‘be copied or taken away.”
(Disarikan dan Dikembangkan dari Sumber: https://time.com/6080924/china-who-virus-origin-probe/?utm_medium=email&utm_source=sfmc&utm_campaign=newsletter+health-monday+default+ac&utm_content=+++20210719+++body&et_rid=81689639, https://en.m.wikipedia.org/wiki/Wuhan_University, https://en.m.wikipedia.org/wiki/Coronavirus, https://en.m.wikipedia.org/wiki/Bat).
*****



Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *