Kambing Pemakan Celana Dalam Diringkus Satpol PP

  • REDAKSI
  • Mei 9, 2019

Jika biasanya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus berupaya menertibkan pelanggar peraturan daerah (Perda), namun lain halnya dengan kasus ini.

Kasus ini viral. Satpol PP di Kabupaten Sampang,  Madura. Tim harus bekerja ekstra sigap setelah mendapat tugas dari laporan warga terkait keluhan gerombolan kambing.

Persoalan kian rumit, setelah gerombolan kambing dikeluhkan warga kerap makan celana dalam warga.

Dikutip Tribun Bali dari Tribunnews.com, gerombolan kambing itu dilaporkan warga karena kerap memakan celana dalam warga di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura.

Dirangkum dari data yang didapat di lapangan, berikut sederet fakta kasus kambing yang memakan celana dalam warga di Sampang, Madura.

Petugas Satpol PP mengamankan kambing milik warga yang di biarkan berkeliaran di Jalan Raya Trunoyo Kecamatan/Kabupaten Sampang (9/5/2019). Kambing-kambing ini meresahkan karena kerap memakan celana dalam yang dijemur warga. 
Petugas Satpol PP mengamankan kambing milik warga yang di biarkan berkeliaran di Jalan Raya Trunoyo Kecamatan/Kabupaten Sampang (9/5/2019). Kambing-kambing ini meresahkan karena kerap memakan celana dalam yang dijemur warga.  (TRIBUN MADURA/HANGGARA PRATAMA)

 

1. Suka mengganggu di dua lokasi

Dilaporkan, terdapat delapan ekor kambing yang diketahui kerap memakan  celana   warga di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura.

Kambing-kambing tersebut memakan celana dalam warga saat sedang dijemur. Selain di lokasi tersebut, kambing-kambing juga diketahui kerap mengganggu di Jalan Raya Trunojoyo.

2. Memicu kecelakaan

Kambing-kambing yang kerap dibiarkan oleh pemiliknya ini memang sering berkeliaran di jalan raya.

3. Sudah ada yang dijemput pemilik

Kambing-kambing yang berkeliaran itu kemudian diamankan di kantor Satpol PP. Mereka diikat di halaman kosong dengan kondisi lahan yang berumput.

“Selama ini sudah dua pemilik kambing yang sudah menjemput,” tandasnya.

4. Satpol PP denda pemiliknya

Mohammad Sadik menjelaskan bagi pemilik kambing yang ingin menjemput kambingnya, pihaknya mempersilakan untuk mengambil.

Namun saat mengambil harus membayar denda uang makan kambing dan tali tampar yang sudah dibelikan oleh Satpol PP.

“Dendanya sebesar 25 ribu, tapi kalau bagi pemilik kambing yang sudah diamankan sebanyak dua kali akan di kenakan denda dua kali lipat, begitupun seterusnya,” jelasnya.

“Denda tersebut memang tidak tercantum di Perda, namun tujuannya membuat efek jera,” tutupnya. (*)

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Santun, Amanah, Terhormat, Profesional, Optimis, Legowo, Peduli, dan Pantang Menyerah.